Dahulu kala…
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak.Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

(lagi…)

Jika hati tidak lagi merasa sedih dan gelisah karena dosa, yakinlah ia telah rusak sebagaimana rumah yang runtuh karena tidak dihuni lagi
(Malik bin Dinar)

Siapa yang merasa senang dengan pujian orang terhadap dirinya, berarti ia telah mengijinkan setan masuk ke dalam perutnya
(Ibnu Atha’ilah)

(lagi…)

DALAM 10 hari terakhir Ramadan seperti saat ini umat muslim biasanya mulai meningkatkan frekuensi dan intensitas ibadah mere­ka. Pada hari-hari itu, mere­ka kian mem­perbanyak salat ma­lam, berlama-lama dalam berdoa, dan berusaha sesering mungkin mengkhatamkan Alquran.

Mereka melakukan se­mua itu dengan tujuan uta­ma mendapatkan ke­baikan perenial Lailatul Qadar; malam yang nilai ke­baikannya tidak tertandingi oleh malam dan hari-hari lain. Dalam hadis Nabi dinyatakan, siapa saja yang memeriahkan malam tersebut nisca­ya segala dosanya di masa-masa sebelumnya akan terampuni. Bahkan, hadis lain menyebutkan, orang yang dapat meraih rahmat Allah pada malam al-Qadar, dia akan menerima suatu kebahagiaan yang akan membuatnya tidak akan pernah menderita lagi. Wajar sekali jika umat Islam berusaha berburu malam al-Qadar dengan melaknasakan ibadah ritual sebanyak mungkin.

(lagi…)

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan.
(lagi…)

Tetangga Nasrudin ingin belajar bahasa Kurdi. Maka ia minta diajari Nasrudin. Sebetulnya Nasrudin juga belum bisa bahasa Kurdi selain beberapa patah kata. Tapi karena tetangganya memaksa, ia pun akhirnya bersedia.
“Kita mulai dengan sop panas. Dalam bahasa Kurdi, itu namanya Aash.”
“Bagaimana dengan sop dingin ?”
“Hemm. Perlu diketahui bahwa orang Kurdi tidak pernah membiarkan sop jadi dingin. Jadi engkau tidak akan pernah mengatakan sop dingin dalam bahasa Kurdi.”

Kisah berikut ini adalah kiriman seorang sahabat melalui milis yang sangat bagus untuk memberi motivasi dan pelajaran hidup tentang arti seorang saudara bagi kita semua… Selamat membaca
(lagi…)

Seorang filosof menyampaikan pendapat, “Segala sesuatu harus dibagi sama rata.”
“Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan,” kata seorang pendengar yang skeptik.
“Tapi pernahkah engkau mencobanya ?” balas sang filosof.
“Aku pernah,” sahut Nasrudin, “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan.”
“Bagus sekali,” kata sang filosof, “Dan bagaimana hasilnya ?”
“Hasilnya ? Seekor keledai yang baik dan seorang istri yang buruk.”

Nasrudin berlayar dengan kapal besar. Cuaca cerah menyegarkan, tetapi Nasrudin selalu mengingatkan orang akan bahaya cuaca buruk. Orang-orang tak mengindahkannya. Tapi kemudian cuaca benar-benar menjadi buruk, badai besar menghadang, dan kapal terombang ambing nyaris tenggelam. Para penumpang mulai berlutut, berdoa, dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa dan berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.
“Teman-teman!” teriak Nasrudin. “Jangan boros dengan janji-janji indah! Aku melihat daratan!”

Sebuah renungan dari seorang sahabat, semoga bermanfaat untuk kita semua. Selamat membaca……..

Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu BESI dan AIR. Besi seringkali BERBANGGA Akan DIRINYA SENDIRI. Ia sering Menyombong kepada Sahabatnya :”Lihat ini aku, Kuat dan Keras. Aku Tidak Seperti Kamu yang Lemah dan Lunak”. Air hanya Diam Saja Mendengar Tingkah Sahabatnya.
(lagi…)

Nafsu adalah dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan maksiat. Dalam berbagai surat di Al-Qur’an, Allah SWT melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu karena akan membawa kita kepada kehancuran dan menyesatkan diri dari jalan Allah SWT.
(lagi…)

Halaman Berikutnya »