September 2008


Cerita berikut ini kiriman dari teman yang sangat bagus untuk dijadikan bahan renungan untuk kita semua. Mungkin beberapa di antara blogger pernah mendapatkan cerita ini via e-mail, tetapi rasanya tak bosan untuk membaca cerita berikut.
(lagi…)

Nasrudin diundang berburu, tetapi hanya dipinjami kuda yang lamban. Tidak lama, hujan turun deras. Semua kuda dipacu kembali ke rumah. Nasrudin melepas bajunya, melipat, dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah. Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali bajunya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda mereka lebih cepat.
(lagi…)

Salam blogger,
Rasa salut untuk rekan blogger yang telah memetakan blog-blog pemberi inspirasi dan semangat kepada para pembaca. Berikut ini saya tampilkan hasil penelurusan dari rekan blogger tersebut. Lebih lengkap dapat lihat di blog rahmat
(lagi…)

Seorang darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin dan melihat perilakunya.
(lagi…)

Yang paling utama dalam bertaubat adalah [1] menyesali perbuatan, [2] memohon ampun kepada Allah dan [3] bertekad kuat tidak mengulanginya. [4] meminta keridhaan orang lain yang kita rugikan.
(lagi…)

Suatu ketika Syeikh Junaid Al-Bagdady ditanya pandangannya mengenai syukur oleh para ulama di Masjidil Haram, padahal ketika itu Syeikh Junaid berusia 7 tahun dan ditemani oleh Pamannya Syeikh Sarri as-Saqathi. Beliau mengatakan bahwa syukur berarti engkau tidak bermaksiat kepada Allah dengan menggunakan karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu, juga tidak menjadikan karunia-Nya sebagai sumber ketidak-taatan pada-Nya.
(lagi…)