Maret 2009


Seorang filosof menyampaikan pendapat, “Segala sesuatu harus dibagi sama rata.”
“Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan,” kata seorang pendengar yang skeptik.
“Tapi pernahkah engkau mencobanya ?” balas sang filosof.
“Aku pernah,” sahut Nasrudin, “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan.”
“Bagus sekali,” kata sang filosof, “Dan bagaimana hasilnya ?”
“Hasilnya ? Seekor keledai yang baik dan seorang istri yang buruk.”

Nasrudin berlayar dengan kapal besar. Cuaca cerah menyegarkan, tetapi Nasrudin selalu mengingatkan orang akan bahaya cuaca buruk. Orang-orang tak mengindahkannya. Tapi kemudian cuaca benar-benar menjadi buruk, badai besar menghadang, dan kapal terombang ambing nyaris tenggelam. Para penumpang mulai berlutut, berdoa, dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa dan berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.
“Teman-teman!” teriak Nasrudin. “Jangan boros dengan janji-janji indah! Aku melihat daratan!”

Sebuah renungan dari seorang sahabat, semoga bermanfaat untuk kita semua. Selamat membaca……..

Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu BESI dan AIR. Besi seringkali BERBANGGA Akan DIRINYA SENDIRI. Ia sering Menyombong kepada Sahabatnya :”Lihat ini aku, Kuat dan Keras. Aku Tidak Seperti Kamu yang Lemah dan Lunak”. Air hanya Diam Saja Mendengar Tingkah Sahabatnya.
(lagi…)

Nafsu adalah dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan maksiat. Dalam berbagai surat di Al-Qur’an, Allah SWT melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu karena akan membawa kita kepada kehancuran dan menyesatkan diri dari jalan Allah SWT.
(lagi…)