Yang paling banyak dihadapi kita sebagai manusia berakal adalah masalah yang timbul dari kondisi pribadi kita masing-masing. Contohnya, kita ini sering kali sulit bersepakat (symfonithei) dengan diri sendiri.

Sepakat untuk mengendalikan diri, sepakat untuk mengalah, sepakat untuk bersikap konsisten, sepakat untuk bersikap sportif, sepakat untuk bersikap jujur, sepakat untuk tidak bersikap adigung, sepakat untuk merasa senang, sepakat untuk merasa cukup, dlsb. Intinya, sepakat untuk selalu ingat bahwa kita semua berasal dari kekosongan.

Jika kita sulit bersepakat dengan diri sendiri, niscaya akan banyak menemui kesulitan dalam mencapai kesepakatan dengan orang lain.

Sepakat bukan janji sepihak pada diri sendiri atau kepada Tuhan. Ini berbeda dengan makna berserah diri.

Tapi percayalah, saya pun hanya bicaranya saja. Saya sendiri seringkali gagal mencapai kesepakatan dengan diri sendiri. Dan jika ada yang mengaku mudah melakukannya, itu hanyalah sedang “berdandan”, agar disangka lebih baik dari pada orang lain. Hmm…..

Sumber: Meddy P. Sargo – Milis Bursaide-BPPT